Sunday, May 13, 2012

Me Today

Dear Diary,

Aku tulis ini dalam keadaan aku udah putus sama Indra. Ya, whatever, ga usah dibahas. Aku pengen lupain dia dan segala kenangan tentangnya. Aku pikir aku nggak bisa. Tapi aku harus. Pelan-pelan aku mulai bisa menghapus semuanya. Ninggalin semua kenangan dan perasaan yang pernah ada. Jadi apa yang bisa bikin aku begini?

Tadi malam aku tidur jam 4. Ntah aku bener-bener tertidur apa nggak, karena aku masih sadar, tapi aku bermimpi. Aku rasa aku nggak tidur, cuma mata aku aja yang terpejam. Aku mimpi tentang hal-hal yang asik, tapi semuanya terasa nyata. Kayak aku bener-bener masuk ke dalamnya, nggak ada yang semu. Yang aku ingat, sebelum aku tidur aku sempat nangis gara-gara teringat Indra. Cuma sebentar, aku nggak mau berlarut-larut.

Aku bukannya dimimpiin Indra yang sebelum tidur aku pikirin, aku malah dimimpiin Bang Heru. Dulu aku pernah menulis tentang dia di blog ini. Tapi aku hapus karena aku waktu itu pengen bener-bener ngelupain dia. Flashback, aku sama dia jadian Oktober 2010, tepat dihari ulang tahunnya. Kami putus 19 Mei 2011, 1 hari sebelum keberangkatannya aku ke Jogja untuk liburan. Aku ingat setiap detailnya, aku ingat setiap detik yang aku lewati bersama dia.

Yang aku sesali, kenapa waktu dulu aku sama dia aku nggak kayak sekarang? Kalo aku kayak sekarang mungkin kami masih sama-sama sampai hari ini. Mungkin kami dipertemukan dalam waktu yang salah. Sampai sekarang pun, masih dia yang selalu ada di pikiranku. Aku pengen balik, cuma mungkin untuk lihat aku lagi dia nggak mau. Aku pengen nunjukin aku yang sekarang bukan kayak aku yang dia kenal dulu. Apa adakah cara supaya aku bisa kembali sama dia?

 Aku tulus sayang sama Indra, tapi aku maksa. Aku nggak ngebiarin dia bahagia dengan pilihannya. Pokoknya dia harus sama-sama aku, aku nggak boleh kehilangan dia. Itulah yang aku rasain. Tapi sama Bang Heru, memang awalnya sakit, tapi sekarang, apapun yang membahagiakannya, aku turut bahagia untuknya. Aku sedih kalo dia galau melulu. Andai aku bisa ngilangin galaunya. Andai waktu bisa diulang kembali...

7 bulan bukan waktu yang singkat. Butuh setahun bagiku untuk bisa bangkit dari keterpurukan. Aku tanpanya, gila. Waktu aku ketemu Indra, mukanya mirip banget Bang Heru. Tapi kelakuannya kayak aku dulu. Aku menganggap dia karma aku. Dan Indra pernah bilang, seseorang yang menjadi karma kita, nggak bisa terus sama-sama kita, tapi memang dia bisa merubah kita. Mungkin memang benar. Bukan dia jalanku kembali. Aku hanya merasa Bang Heru-lah tempatku kembali.

Ntah bagaimana jalan agar aku bisa kembali sama dia. Pintu hatinya udah tertutup buat aku. Mau minta tolong temannya, aku nggak berani. Biarkan waktu yang menjawab. Dalam sehari aku udah bisa ngelupain Indra, ajaib. Yang awalnya aku pikir akan memakan waktu lama. Ya sebenarnya juga karena ada bayang-bayang Bang Heru, yang menyadarkanku bahwa bukan Indra orangnya. Sekarang aku cuma berharap ada keajaiban yang bisa bikin kami sama-sama lagi. 

0 comments:

Post a Comment

Template by:

Free Blog Templates